KOMPPAK (Komunitas pecinta penyu dan karang)
Berdiri pada tanggal 28 juni 2008, berada di desa Calabai
kec.Pekat kab. Dompu, berawal dari pemikiran beberapa pemuda yang ingin
mengembangkan pusat pariwisata dan konserfasi di daerah mereka, yang
dikarenakan daerah yang kecil dan sedikitnya titik-titik daerah terumbuk karang
yang masih hidup serta pembelajaran bagi masyarakat. Informasi yang dilihat di
tayangan televisi yang mengembangkan tranpalasi karang hingga tercipta
keindahan panorama bawah laut, karna itu terbentuklah KOMPPAK.
KOMPPAK sendiri diketuai oleh christian, yang akrab
dipanggil bang Chris, bang Chris adalah lulusan STM45 Bima,jurusan mesin tahun
ajaran 1996/1997, yang sekarang bekerja di Dinas Badan Kelautan Dan Perikan,
selain mengetuai juga termasuk bagian dari perintis KOMPPAK, yang mana para
perintis terdiri dari 5orang yaitu bang Chris sendiri, Edy Setiwan, Fakarudin,
Bije, Marselina. Yang mana sekarang KOMPPAK telah memiliki 37 anggota.
Untuk kompetensi dan keahlian untuk tranplantasi karang dan
pembudidayaan penyu sendiri didapat dengan mengikiti pelatihan di sumbawa dan
juga informasi yang didapat melewati media televisi dan internet. Tranplantasi
ini baru dimulai kegiatannya sejak tahun 2010, dalam tranplantasi karang yang
dilakukan saat ini akan melihatkan hasil kurang lebih 1tahun setelah pengikatan
pada mal, pada awalnya karang yang telah diikatkan pada mal di letakan pada
kedalaman 3 pampai 4 meter, ketika karang telah berumur beberapa bulan dimana
karang telah mengikat secara alami pada mal, karang dipindahkan pada kedalaman
7 sampai 15 meter supaya karang yang sudah mulai mengikat pada mal tidak lepas
atau patah ketika gelombang air laut besar.
Selama ini pendanaan kegiatan baru diambil dari iyuran
anggota dikarenakan belum adanya kerja sama dengan instansi-instansi, serta
kurangnya perhatian dari pemerinta. Dan saat ini KOMPPAK baru mengajukan
proposal kepada pemerintah daerah, dan pada tahun 2013 nanti telah ada tindak
lanjut dan anggaran serta kerja sama dengan beberapa instansi yaitu dinas
pariwisata, UFAID dari Amerika, dan BKSDA.
Saat ini terdapat kabar bahwa akan ada tambang pasir besi
yang dominan lahan kerjanya pada areal pantai dan bagian laut, jadi besar
kemungkinan jika terjadi penambangan pasir besi di daerah tranplantasi akan
berdampak negatif pada trumbuk karang, karna lumpur yang terangkat oleh penambangan
berakibat buruk terhadap karang, bisa berdampak dalam pertumbuhan karang dan
bisa juga mengakibatkan kematian. Solusi untuk hal ini yaitu merekomendasikan
kepada perusahaan penambangan supaya menjauhi areal tranplantasi.
Keindahan bawah laut adalah keindahan yang tidak ternilai
harganya, yang seharusnya dapat kita jaga dan lestarikan sehingga keindahan
bawah laut dapat sebagai objek untuk aset kekayaan laut Indonesia.
Pembuatan mal
Sebelum berangkat melakukan tranplantasi
Pengambilan bibit karang
Karang yang telah diikat pada mal
Foto sebelum penyelaman
Saatnya penyelaman
Saya dan Penyu
Kami dan Penyu
Team SWADAYA VI dan KOMPPAK









Komentar
Posting Komentar