Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Belajar bersama mereka

Kalian pasti pernah mendengar istilah belajar kelompok, apalagi anak-anak SMA yang mau ujian Nasional atau para siswa dan mahasiswa yang mau ujian, belajar kelompok dilakukan untuk memudahkan proses belajar pada umumnya meski sesekali ada juga faktor yang membuat belajar itu tidak kondusif. Kisah saya tentang belajar kelompok hari ini rasanya gak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan ini telah terjadi beberapa kali. Saya, Sempak (nama samaran) dan Molet (pacarnya Sempak, nama samaran jaga) belajar kelompok di KPFT (Kantor Pusat Fakultas Teknik) tepatnya sih bukan belajar kelompok tapi Molet ngajari saya dan Sempak pelajaran matematika, saat belajar saya sungguh gak konsen dan memilih beralih kerjaan menonton vidio panjat tebing di laptopnya Sempak. Kenapa ngak....!, Sempak sama Molet malah belajar sambil pacaran kan saya jadi mati gaya, karna males ngeliat mereka mesra-mesraan saya mengalihkan perhatian saja dengan cara nonton. SUNGGUH............kalau besok belajarnya kayak gi...

Telefon genggam dan kenangannya

Gambar
Vidio, mp3, kamera, internet, aplikasi pintar, permainan, tv, gps, dan masih banyak konten-konten lain yang terdapat pada telefon genggam sekarang ini, yang mana kualitas tersebut dapat juga menunjang kebutuhan orang-orang kebanyakan mulai dari mempermudah pekerjaan, sarana informasi yang cepat, komunikasi yang lebih memuaskan dan yang lain-lainnya. Nah sekarang ini maraknya dengan yang namanya “BlackBerry, Androit, tablet, kapsul, salaf, puyer”, dan sebagainya. Ada BBm-an di kalangan BlackBerry yang sekarang mungkin lumayan tersaingi oleh Androit. Ingin sekali rasa hati memiliki salah satu dari mereka(smartphon) tapi....... Gak ada duit...? mungkin itu bukan jawaban yang begitu tepat, uang bisa saja dicari buat beli hp atau sehabis-habis ide minta sama keluarga(kayak orang kaya aje ane...!!) Mari kita lihat telfon genggam di bawah ini : Disaat saya ingin sekali mempunyai telefon genggam saat kelas 2 SMA, berhubung ortu belum sanggup beliin, dan saat itu saya ditawarin ...