Semalam bersama kami
Wuuoohhhh....capek baru aja nyampek, magelang-jogja melelahkan banget mingu ini dan juga sungguh kurang mengasikan banget, bukan karna kegiatannya tapi suasananya gak tau kenapa bikin hati sendu, hahaha apasih...
ada cerita, si anak perempuan yang sendirian disaat waisak di borobudur.
Dwi namanya mahasiswi dari salah satu univ di jakarta, Saat itu Dwi telah janjian bertemu dengan teman satu kampusnya di borobudur untuk hunting foto-foto suasana waisak, malang sekali nasibnya setelah tiba di magelang ternyata dia tidak bertemu dengan temannya dan temannya pun telah beranjak kejogja, oohhh sungguh malang nasip cewek berbadan mungil itu tapi tunggu dulu, sudah lama dia hunting sendiri dan tak tahu arah pada malam harinya, bertemulah dia dengan teman saya Harivin Kuncoro yang akrap dipanggil "tokek" dan merekapun hunting bersama sampai akhirnya lelah dan hujan pun tak kunjung berhenti hingga upacara lampionnya tidak jadi terselenggara malam itu. Dengan perut lapar dan pakaian yang telah basah kuyup mereka menghentikan pemburuan mereka.
Merekapun kembali ketempat kami menginap "basecamp mendut rafting", sungguh berisik saat mereka datang, dengan suara Tokek yang nyaring tak karuan itu ngocehhhh saja sepanjang malam karna lampion gak jadilah, perutnya yang terasa lapar dengan pakaian basah sekalian melengkapi nasipnya malam itu, kami yang rencananya akan menyaksikan upacara lampion dari atas bukit mengurungkan niat karna cuaca hujan dan malam pun kami lalui dengan bersenda gurau hingga tertidur, hingga mereka datang mengusik tidur kami, sebagian dari kamipun terbangun dan melanjutkan malam dengan mendengar cerita malang tapi indah dari mereka, dibawah ini gambaran kecil dari cerita mereka mereka.
Saat mereka memfoto pengunjung dan acara Waisak waktu siang hari.
"Ester" foto By : Harivin Kuncoro
"Sisca" foto By : harivin Kuncoro
"Tato Naga lambang kekuatan biksu" foto By: Harivin Kuncoro
ini saat malam hari
"Gerombolan pemburu foto" foto By: Harivin Kuncoro
"Cahaya Dewi Kwan Im" foto By: Harivin Kuncoro
Begitu cerita mereka, meski kami tidak dapat melihat indahnya ratusan lampion yang diterbangkan tapi kami bisa merasakan begitu hikmatnya umat Budha beribadah saat itu, dan teman-teman fotografer yang berasal dari mana pun saya ucapkan selamat atas apa saja yang teman-teman dapatkan kemarin, dan yang tidak sempat dapat perayaan lampion malam ini saya ada satu gambar yang didapat dari twitter katanya upacara lampion Waisak 2013, ini dia.
"Upacara Lampion Waisak 2013 at Borobudur katanya" foto by: Twiter
Nah kembali pada ceritanya si Dwi, setelah malam berakhir dan kamipun mengistirahatkan mata hingga siang menyingsing. Akhirnya dia janjian dengan temannya ketemuan di Alun-alun Utara Yogyakarta, dia kejogja ikut dengan kami saat kami pulang, dan Dwi numpang dengan motor saya hingga Alun-alun Utara dan bertemu dengan temannya.
Tidak panjang cerita Dwi dengan kami, tapi setidaknya dia mempunyai cerita "Semalam Bersama Kami"
ada cerita, si anak perempuan yang sendirian disaat waisak di borobudur.
Dwi namanya mahasiswi dari salah satu univ di jakarta, Saat itu Dwi telah janjian bertemu dengan teman satu kampusnya di borobudur untuk hunting foto-foto suasana waisak, malang sekali nasibnya setelah tiba di magelang ternyata dia tidak bertemu dengan temannya dan temannya pun telah beranjak kejogja, oohhh sungguh malang nasip cewek berbadan mungil itu tapi tunggu dulu, sudah lama dia hunting sendiri dan tak tahu arah pada malam harinya, bertemulah dia dengan teman saya Harivin Kuncoro yang akrap dipanggil "tokek" dan merekapun hunting bersama sampai akhirnya lelah dan hujan pun tak kunjung berhenti hingga upacara lampionnya tidak jadi terselenggara malam itu. Dengan perut lapar dan pakaian yang telah basah kuyup mereka menghentikan pemburuan mereka.
Merekapun kembali ketempat kami menginap "basecamp mendut rafting", sungguh berisik saat mereka datang, dengan suara Tokek yang nyaring tak karuan itu ngocehhhh saja sepanjang malam karna lampion gak jadilah, perutnya yang terasa lapar dengan pakaian basah sekalian melengkapi nasipnya malam itu, kami yang rencananya akan menyaksikan upacara lampion dari atas bukit mengurungkan niat karna cuaca hujan dan malam pun kami lalui dengan bersenda gurau hingga tertidur, hingga mereka datang mengusik tidur kami, sebagian dari kamipun terbangun dan melanjutkan malam dengan mendengar cerita malang tapi indah dari mereka, dibawah ini gambaran kecil dari cerita mereka mereka.
"Ester" foto By : Harivin Kuncoro
"Sisca" foto By : harivin Kuncoro
"Tato Naga lambang kekuatan biksu" foto By: Harivin Kuncoro
ini saat malam hari
"Gerombolan pemburu foto" foto By: Harivin Kuncoro
"Cahaya Dewi Kwan Im" foto By: Harivin Kuncoro
"Upacara Lampion Waisak 2013 at Borobudur katanya" foto by: Twiter
Nah kembali pada ceritanya si Dwi, setelah malam berakhir dan kamipun mengistirahatkan mata hingga siang menyingsing. Akhirnya dia janjian dengan temannya ketemuan di Alun-alun Utara Yogyakarta, dia kejogja ikut dengan kami saat kami pulang, dan Dwi numpang dengan motor saya hingga Alun-alun Utara dan bertemu dengan temannya.
Tidak panjang cerita Dwi dengan kami, tapi setidaknya dia mempunyai cerita "Semalam Bersama Kami"






Komentar
Posting Komentar