GIZI BURUK

Terakhir-terakhir ini setiap online saya sering sekali ingin melihat masalah-masalah tentang balita-balita, mungkin sekedar melihat foto-foto mereka yang lucu-lucu dan mendownload foto mereka lalu menjadikannya Foto profile di Facebook.


Ditengah asik melihat foto-foto balita yang lucu-lucu, saya dilihatkan gambar balita gizi buruk, sekalinya saya mengetik kata "GIZI BURUK" di google, banyak sekali ditampilkan foto-foto dari anak-anak yang terkena gizi buruk, mengharukan....!!! tapi kenapa....? (begitu banyak pertanyaan untuk itu).


Mungin jikalau saya merangkum sedikit informasi dari gizi buruk ini dapat membantu penyebaran informasi yang dapat di ketahui oleh masyarakat.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 3 faktor penyebab gizi buruk , yaitu:
  • Keluarga miskin;
  • Ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi anak.
  • Faktor penyakit bawaan pada anak, seperti: jantung, TBC, HIV/AIDS, saluran pernapasan dan diare.
Sedangkan menurut UNICEF (1988), ada 2 faktor penyebab utama, antara lain :
  1. Penyebab Langsung : Asupan Makanan, Infeksi Penyakit
  2. Penyebab Tidak Langsung : Pola Asuh Anak, Ketersediaan Pangan, Layanan Kesehatan/Sanitasi
(Sumber: Bahan Seminar Akhir Studi Faktor-faktor Penyebab Kekurangan Gizi Anak di Kota Kendari, Bappeda dan PM Kota Kendari, tahun 2010)
Dr. Minarto menambahkan, selain gizi kurang dan gizi buruk, masih banyak masalah yang terkait dengan gizi yang perlu perhatian lebih, diantaranya yaitu;
1) stunting atau terhambatnya pertumbuhan tubuh. Stunting adalah salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur diukur dengan standar deviasi dengan referensi WHO.
Data WHO menunjukkan tinggi anak Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan tinggi anak dari negara-negara lain. Berdasarkan hasil Riskesdas 2010, prevalensi anak balita pendek (stunting) 35,6 % atau turun 1,2 % dibandingkan 2007 (36,8 %);
2) kesadaran tentang pentingnya keamanan pangan. Status gizi baik tergantung pada ketersediaan dan keamanan pangan.
Data WHO menunjukkan 2,2 juta orang pertahun meninggal yang diakibatkan penyakit bersumber dari makanan, terutama makanan yang mengandung zat-zat berbahaya dan beracun.(c8/pr)
Prioritas intervensi gizi ibu dan anak menurut Dr. Minarto, MPS, Direktur Bina Gizi Masyarakat:
  1. Intervensi perubahan perilaku, seperti pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) secara tepat, memantau berat badan teratur, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). '
  2. Suplementasi gizi mikro, mencakup asupan vitamin A, tablet Fe, dan garam beryodium.
  3. Tatalaksana gizi kurang/buruk pada ibu dan anak, meliputi pemulihan gizi anak gizi kurang, pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil.


Read more: Penanganan Gizi Buruk di Indonesia 


Lihatlah mereka...!!





Bisakah mereka seperti ini...??




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tegas

love story time in the classroom

Minggu yang panjang