jalan mana....? (saat ku berbicara hidup dan akademik)
Saat aku ingin mulai berjalan dijalan yang lurus menurut orang-orang bilang, masih banyak kejenuhan yang membentang didepan ku, heran...!emang banyak orang berkata kalau pengen hidup bener emang susah-susah gampang, terkadang kebosanan dan kejenuhan itu yang bawa kamu kembali kejalan yang berbeda lagi, aku rasa aku butuh teman untuk jalan ini tapi.....!
sempat aku berfikir apa salahnya jalan yang kemarin ku tempuh dan apa benarnya jalan yang sekarang ku lakoni. Aku akan coba bercerita tentang keduanya dan nilai dengan kalian sendiri.Saat kita bercerita tentang AKADEMIK atau dunia perkuliahan.
Dulu 18 bulan yang lalu aku rasa tidak ada sedikitpun yang bisa pengaruhi pikiran ku untuk hidup dibawah tekanan akdemik yang begitu padat, persetan dengan akademik yang aku rasakan dan terfikir waktu itu hanya siapa aku ini..? auntuk apa aku hidup..? apa yang sudah aku lakukan untuk hidup ku, hidup orang lain dan lingkungan ku, pertanyaan itu selalu berkecamuk hingga aku mendapatkan surat teguran pertama dari akademik karna 3semester SKS ku baru lulus 25, gokil gak tu kawan...?tapi aku tidak terlalu menyesal dengan hal itu kawan..! tahu kenapa..? karna aku dapat memperoleh semua jawaban yang selalu berkecamuk dalam otak ku kemarin ini, 'masalah ini gak usah aku ceritakan kawan'.
Tapi..ada satu pikiran baru yang muncul saat 4 bulan yang lalu, 'bagian ini juga tidak usah aku ceritakan kan juga disini kawan'.
pertanyaan itulah yang membuat ku kembali kawan, kembali berkecimpung pada akademik yang terlalu didesain untuk memblokir semua kegiatan dan kehidupan ku diluar, mungkin kata-kata mereka itu semua yang bakal mendidik mahasiswa-mahasiswa untuk terampil, terampil dalam keahlian mereka aku yakin tercapai dan sangat tercapai untuk sebahagian mahasiswa, tapi tidak untuk moral mereka, tidak untuk kepribadian mereka, tidak untuk linkungan mereka.
Nah sekarang mulai melihat pada diri ku, dimana kini aku ingin untuk mencoba bersikap seperti mereka-mereka yang aku lihat, belajar membelenggukan diri pada komposisi akademik yang sangat-sangat beragam dan banyak, tapi aku masih saja tidak bisa untuk itu, setelah aku fikir-fikir aku butuh teman kawan, teman yang bisa tegur aku, teman yang bisa bimbing aku disaat aku mula keluar jalur lagi. Tapi ternyata itu bukan segalanya kawan.
Semua itu adalah kehidupan, terkadang kita memang berfikir untuk diri kita sendiri dan saat dimana kita merasa cukup untuk satu hal, disitulah kita mulai berfikir untuk hal yang lain, seperti untuk orang lain, lingkungan, orang tua dan lainnya..
jadi jangan takut kawan dengan kesalahan yang telah kau perbuat jika kau masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya, karna kesalahan adalah awal dari kebenaran yang sempurna jika kau berusaha untuk memperbaikinya.
" SELESAI "






sempat aku berfikir apa salahnya jalan yang kemarin ku tempuh dan apa benarnya jalan yang sekarang ku lakoni. Aku akan coba bercerita tentang keduanya dan nilai dengan kalian sendiri.Saat kita bercerita tentang AKADEMIK atau dunia perkuliahan.
Dulu 18 bulan yang lalu aku rasa tidak ada sedikitpun yang bisa pengaruhi pikiran ku untuk hidup dibawah tekanan akdemik yang begitu padat, persetan dengan akademik yang aku rasakan dan terfikir waktu itu hanya siapa aku ini..? auntuk apa aku hidup..? apa yang sudah aku lakukan untuk hidup ku, hidup orang lain dan lingkungan ku, pertanyaan itu selalu berkecamuk hingga aku mendapatkan surat teguran pertama dari akademik karna 3semester SKS ku baru lulus 25, gokil gak tu kawan...?tapi aku tidak terlalu menyesal dengan hal itu kawan..! tahu kenapa..? karna aku dapat memperoleh semua jawaban yang selalu berkecamuk dalam otak ku kemarin ini, 'masalah ini gak usah aku ceritakan kawan'.
Tapi..ada satu pikiran baru yang muncul saat 4 bulan yang lalu, 'bagian ini juga tidak usah aku ceritakan kan juga disini kawan'.
pertanyaan itulah yang membuat ku kembali kawan, kembali berkecimpung pada akademik yang terlalu didesain untuk memblokir semua kegiatan dan kehidupan ku diluar, mungkin kata-kata mereka itu semua yang bakal mendidik mahasiswa-mahasiswa untuk terampil, terampil dalam keahlian mereka aku yakin tercapai dan sangat tercapai untuk sebahagian mahasiswa, tapi tidak untuk moral mereka, tidak untuk kepribadian mereka, tidak untuk linkungan mereka.
Nah sekarang mulai melihat pada diri ku, dimana kini aku ingin untuk mencoba bersikap seperti mereka-mereka yang aku lihat, belajar membelenggukan diri pada komposisi akademik yang sangat-sangat beragam dan banyak, tapi aku masih saja tidak bisa untuk itu, setelah aku fikir-fikir aku butuh teman kawan, teman yang bisa tegur aku, teman yang bisa bimbing aku disaat aku mula keluar jalur lagi. Tapi ternyata itu bukan segalanya kawan.
Semua itu adalah kehidupan, terkadang kita memang berfikir untuk diri kita sendiri dan saat dimana kita merasa cukup untuk satu hal, disitulah kita mulai berfikir untuk hal yang lain, seperti untuk orang lain, lingkungan, orang tua dan lainnya..
jadi jangan takut kawan dengan kesalahan yang telah kau perbuat jika kau masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya, karna kesalahan adalah awal dari kebenaran yang sempurna jika kau berusaha untuk memperbaikinya.
" SELESAI "
barisan kesedihan dihalangi spanduk XPDC..............!
kemesraan di suku pedalaman bukit 12 jambi....
saudara ku sedang kupas ubi dari ladang suku rimba
belah kayu bakar untuk masak makan malam
murit ku..........!
anak suku rimba yang cerdas.......!
anak suku rimba yang cerdas.......!
suasana kebersamaan saat selesai mengajar anak-anak suku rimba jambi
Ilham Heiri S...
Komentar
Posting Komentar