Tengah Malam Di Angkringan Rumah Sakit

Embun malam saat itu tidak mengurangi rasa dahaga ku setelah berkegiatan, putaran roda sepeda motor ku pun mengarah pada bangian pojok suatu rumah sakit, langsung saja ku berdirikan sepeda motor disamping trotoar yang sudah pecah - pecah karna siang hari digunakan untuk lokasi parkir. Setelah ku log stang motor aku pun mulai melangkah mendekati sebuah gerobak yang dihuni oleh seorang bocah berumur kurang lebih 14 tahun, yang tengah berjuang melawan rasa ngantuk untuk menjaga jajanannya.

saya : " mas es susu satu ya.....! "
adek angkringan : " ya....! "

Dengan tertatih dia pun mulai membuatkan pesanan yang ku minta, susu kental manis yang ada dikalengpun dituang ke gelas dengan sangat konsentrasi, tangan kanannya menjangkau kearah tempat sendok dan mengambil sendok untuk menyiduk gula yang ada ditoples, dengan memaksakan mata yang seharusnya dia pejamkan siadek angkringan mengaduk minuman itu, dan menuangkan es kedalam gelas.

adek angkringan " ini mas ...."
saya : " ya makasih mas " ( karna gak enak aku panggil dia mas )

dengan minuman yang telah sampai didepan ku, tidak ditunggu lagi aku langsung saja meneguk es susu itu.

" oupssss......! ini susu, apa air putih....? " ( dalam hati )

dengan sedikit rasa kecewa aku tetap menghabiskan minuman ku, aku beranggapan si adek udah gak kuat lagi buat membuka matanya untuk bekerja selarut ini dengan umurnya yang masih begitu dini. PUJI SYUKUR aku ucapkan saat itu karna aku masih menjadi seorang pembeli,tidak terbayang kalau aku menjadi si adek pedagang angkringan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tegas

love story time in the classroom

Minggu yang panjang